May 26, 2009

Visi Sekolah Kebangsaan Temin

Menjadikan Sekolah Kebangsaan Temin CEMERLANG

di daerah KUALA KANGSAR menjelang tahun 2010

Visi Sekolah Kebangsaan Temin

Menjadikan Sekolah Kebangsaan Temin CEMERLANG

di daerah KUALA KANGSAR menjelang tahun 2010

May 21, 2009

Berapa Lama Kita Di Kubur??

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yg besar melambai-lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang ice-krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicapi, sementara tangan kirinya mencengkam Ikatan sabuk celana ayahnya. Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas tembok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad19-10-1915: 20- 01-1965" "Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuknenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu meniru gaya tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya... "Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun yaYah.." Ayahnya mengangguk sambil tersenyum, sambil memandang pusara Ibu-nya. "Hmm, bererti nenek sudah meninggal 42 tahun yaYah..." Kata Yani berlagak sambil matanya mengiradan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalamkubur 42 tahun ... " Yani menoleh kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zamri:19-02-1882 : 30-01-1910" "Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan bersebelahan kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengusap kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk( anakperempuan) ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah kan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"Ayahnya tersenyum, "Lalu?" "Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalaunenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani bersinar kerana bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnyaberkerut, tampaknya cemas ...... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek. Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Diatas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi....142 tahun disiksa.. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ...Meneteskan air mata... Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun? ' Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un' .... Airmatanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun kedepan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahunlagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah? padahal melihat adegan pameran dipukuli masa di tv kemarin ia dah tak tahan? Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya mengangkat, setinggi bahunya naik turun takteratur.... air matanya semakin membanjiri pipidan janggutnya.. ."Allahumma as aluka khusnul khootimah".. berulangKali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ...Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batukYani. Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya erti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya... "Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, janganKau letakkan dihatiku..."

April 2, 2009

5 Perkara

Lima perkara semua kita mahukannya dan kita usaha utk mendapatkannya .

1:wajah yang cantik.

2: duit yang banyak.

3:kesihatan yang baik.

4:anak2 yg cerdik dan berjaya macam kita.

5-:tidur yang nyenyak tanpa ganguan.

senang jer untuk mendapatkannya hanya 15minit setiap hari.

قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم
kata nabi saw

من ترك صلاة الصبح فليس في وجهه نور و من ترك صلاة الظهر فليس في رزقه
siapa yang tinggalkan solat subuh tiadalah padanya nur di wajahnya dan siapa yang tinggalkan solat zohor tiadalah padanya rezki yang berkat

بركة و من ترك صلاة العصر فليس في جسمه قوة و من ترك صلاة المغرب فليس في
dan barang siapa yang tinggalkan solat asar tiadalah padanya kekuatan badan,dan siapa yang tinggalkan solat maghrib tiadalah padanya anak2 yg bermanfaat

أولاده ثمرة و من ترك صلاة العشاء فليس في نومه راحة
dan barangsiapa yang tinggalkan solat isyak tiadalah padanya tidur yang nyenyak

بلغ عن الرسول (صلى الله عليه وآله وسلم ) ولو آية
sampaikanlah daripada nabi saw itu walaupun satu ayat

April 1, 2009

Hijrah

Suasana menjadi sepi, muram dan dingin. Tanpa di duga, aku sedang berdiri tegak, segak, seperti orang muda kembali. Telinga ku tidak kedengaran apa-apa suara hanya kelihatan anak-anakku memeluk erat jasadku, menangis atas kepergianku. Aku hanya mampu berdiri di sebelah jasadku yang terpaku di katil hospital dengan tubuh yang kecil dan lemah, dengan mata ditutup rapat, mulut terbuka sedikit menampakkan gigiku yang jarang dimaman usia. Pilu rasa hatinya melihat tubuh yang dahulunya segak, aktif dan mampu melakukan apa sahaja yang diingini. Pilu juga rasa hati melihat anak-anak meratapi jasadku yang sudah tidak bernyawa lagi. Ingin sekali aku menakap pipi anakku dan menciumnya sepuas hati tapi apakan daya aku hanyalah sebuah roh. Ciuman yang diberi ke pipiku tidak dapat dirasai lagi hanya dapat kulihat dari jauh. Beberapa minit kemudian doktor dan dua orang jururawat mula belari ke arah jasadku, cuba untuk memberi ku nafas kembali. Ah! Sia sia sahaja, nyawaku sudah diragut. Malaikat maut baru sahaja menarik roh ku atas perintah Tuhanku.

Apabila mereka menyedari bahawa aku telah kembali ke rahmatullah, seluruh jasadku termasuk muka ku yang sembab ditutupi dengan selimut putih. Tanpa disedari air mataku mengalir. Pilu rasanya kerana terpaksa meninggalkan dunia, meninggalkan keluarga yang tercinta. Tapi apakan daya, dunia ini hanya sementara, setiap manusia pasti akan kembali ke tanah. Dari tanah ku muncul ke tanah juga ku kembali. Tangisan teresak-esak semakin banyak mengalir dari anak-anak dan cucu-cucuku. Terharu ku rasa melihat betapa sayangnya mereka padaku.

Jam menunjukkan tepat pada pukul 9.00 malam. Jasadku kini sedang tidur lena di katil rumahku. Aku hanya berdiri di sudut bilikku sambil meratapi wajah jasadku yang ditutupi dengan kain putih dan sambil menghayati surah Yassin yang sedang berkumandang memenuhi bilikku itu. Bacaan ayat ayat al Quran tidak henti henti dibaca. Sungguh sayup dan merdu bacaan itu tambahan dengan isinya yang begitu mendalam. Kata-kata Allah swt yang menyedarkan ku atas kewajiban ku sebagai seorang islam, menginsafi diriku. Tiba-tiba aku mula menyedari apakah cukup amalan ku selama ini? Dapatkah aku menjawab pertanyaan mungkar dan nangkir kelak dengan ilmu yang aku perolehi? Aku merasakan sungguh sedikit balasanku terhadap Allah selama hidupku. Oh Tuhan, Lindungilah aku dari seksa kuburmu. Lindungilah aku dari api nerakamu.
Tetamu semakin ramai yang datang untuk melawat jasadku. Setiapkali kain yang menutupi mukaku dibuka, mengalirlah tangisan air mata, sedih atas kematianku. Wahai saudara-saudaraku, tiada gunanya menangis atas kepergianku. Setiap manusia akan pergi juga sepertiku. Hanya tunggu masa. ada yang muda ada yang tua sudah menyahut panggilan ilahi. Aku pula menyahut panggilah ilahi sewaktu umur ku sudah tua. Namun aku bersyukur kerana penderitaan ku sewaktu aku sakit di dunia selama beberapa bulan yang telah membebani anak-anak serta cucu-cucuku berakhir di sini.
Kadang-kala, sambil merenung jasadku, aku terkenangkan masa silam ku sejak aku muda sehingga aku tua, sedih dan kesal ku rasakan. Aku mula terbayang-bayang dosa-dosa ku yang pernah aku lakukan semasa hidupku dan penyeksaan yang akan ku perolehi di akhirat kelak. Hati ini ingin sekali masa diputarkan kembali, dihidupkan kembali, muda kembali supaya aku dapat menjalankan tanggungjawabku sebagai seorang muslimah yang solehah, berbakti, berkorban kepada Pencipta ku yang satu tapi apakan daya nasi sudah menjadi bubur. Masaku di dunia sudah tamat. Aku harus kembali kepada Allah SWT. Ingin sekali aku membisikkan di telinga anak-anak dan cucu-cucuku supaya jangan mensia-siakan hidup dengan mengejar keduniaan, jangan renggang menjalankan tugas mereka sebagai seorang Muslim dan jangan sekali jauhkan ingatan terhadap Allah yang maha esa. Kejayaan duniawi adalah sementara yang mana tidak semua orang Allah izinkan mencapainya. Sedangkankejayaan akhirat itu adalah lebih kekal lagi abadi danboleh dicapai jika kita bersungguh-sungguh melaluinya.
Mengingati mereka bahawa mati boleh terjadi pada mereka semua bila bila masa jika dikehendakinya. tiada guna menyesal dan tiada guna bertaubat jika nyawa sudah diragut. Ingin sekali aku membuat pengumuman pada semua yang ada tetapi apakan dayaku, jeritanku hanya dapat didengari oleh tuhaku.

Keesokan pagi, jasadku dibawa untuk dimandikan. Seluruh tubuhku diberus dan disabun sebersih-bersihnya. Harapanku, jasadku dibasuh dengan perlahan, dibuat seperti orang yang hidup kerana walaupun jasadku sudah menjadi mayat, kekerasan masih dapat ku rasai dan kesakitanku hanya tuhan sahaja yang tahu. Alhamdulilah mayatku dikendalikan dengan penuh lembut dan tertib. Akhir sekali jasadku diwudhukan. Sebagai roh, walaupun jasadku yang disucikan, aku masih merasakan kesucian itu. Tubuhku rasa sungguh segar selepas dimandikan.
Process seterusnya sungguh menyayathati. Saat inilah kali terakhir anak-anakku, cucu-cucuku, saudara maraku, teman-temanku dapat meratapi wajahku. Dengan begitu teliti dan bersih, jasadku dikapankan dengan kain putih tetapi mukaku dibuka supaya anggota keluargaku dapat meratapi, menciumiku buat kali terakhirnya. Suasana begitu pilu, wajah setiap seorang yang melawatku kelihatan begitu sedih terutama sanak saudaraku yang pernah merapati diriku sewaktu aku hidup dahulu. Setiapkali dahiku dicium, pasti air mata akan mengalir membasahi pipi mereka. Namun tidak setitik pun yang jatuh tertimpa jasadku. Tanpa disedari air mataku mengalir. Terlalu sedih kurasakan melihat diriku akan berjauhan dengan semua.

Dengan diiringi Al Fatihah, jasadku dibawa ke tanah perkuburan. Saat ini yang amat menggerunkanku. Tidak lama lagi, malaikat mungkar dan nangkir akan mendampingiku dan aku akan disoal. Hanya ilmu dan amalan ku sahaja yang dapat membantuku di kubur kelak. Bukan anak-anakku, bukan guru-guruku tetapi ilmu agamaku dan amalan ku sahaja. Di tanah perkuburan Pusara Aman inilah kali terakhir anggota keluargaku dapat melihat jasadku. Perlahan-lahan jasadku di masukkan ke dalam liang lahad dan sejurus selepas jasadku ditindih dengan tanah-tanah yang masih merah, kubur ku dikelilingi dan dibacakan beberapa ayat Al Quran. Inilah gelombang perpindahan ku yang ketiga iaitu alam kubur. Penghijrahan yang kedua terakhir sebelum hari kiamat. Sebelum aku berhijrah ke alam yang kekal abadi, liang lahad lah menjadi tempat kediamanku. Dengan hati yang penuh debaran dan kerisauan, aku menunggu kedatangan kedua malaikat yang akan menyoalku, yang akan menentukan adakah aku akan hidup dengan aman di alam kubur ini atau pun akan diseksa.

Lagu Sekolah

SK TEMIN MEGAH MULIA BERBUDI
Barisan ke hadapan, Mengejar kejayaan,
Sama guru dan rakan, dalam pendidikan,
Pesan ibu bapa, bersungguh berusaha,
Harungi pancaroba, memburu cita-cita,
Kaulah sekolah kami, megah mulia berbudi,
Bentuk akhlak terpuji, kau cemerlang di sisi,
Bersukan tidak lupa, hasrat jadi juara,
SK Temin dibawa, ke mercu tanda jaya.
Ilmu suluh hidup.